Apakah Pendidikan Kita Membangun Karakter?- Les Privat Global Excellent

Setelah sekian lama kita sekolah, apa dampaknya buat kita sekarang? Apakah kita semakin pintar? mungkin iya. Apakah karakter kita terbentuk? tunggu dulu. Di sinilah kita bertanya, apakah pendidikan kita membangun karakter?
Kemarin aku berboncengan pulang dengan seorang mahasiswa. Dalam perjalanan yang super duper macet tersebut menjadi kesempatan yang panjang untuk banyak hal dibicarakan. Iya, di perjalanan yang memakan 2 jam lamanya tersebut, salah satunya diisi dengan pembicaraan soal kondisi mahasiswa. Secara lebih luas, pembicaraan ini berimplikasi pada pemikiran yang lebih jauh tentang pendidikan kita. Apa yang dibicarakan?
“Tidak banyak mahasiswa yang membiayai kuliahnya sendiri”, itu adalah salah satu yang terucap dari mulut mahasiswa tersebut. “Lebih banyak mahasiswa yang masih menggantungkan diri kepada orangtuanya”, begitu lanjutan yang mengukuhkan kalimat sebelumnya. Iya, begitulah kondisi sebagian besar mahasiswa. Ini bukan hanya pemikiran mahasiswa itu, tetapi membicarakan tentang fakta teman-temannya sendiri, sebagian besar mahasiswa.
Apa yang terpikir dibenakmu tentang fenomena yang aku obrolkan dengan mahasiswa tersebut? Secara mudah, mungkin kita memikirkan hal yang sama, yaitu tentang kemandirian. Nah, pertanyaannya, apakah pendidikan kita tidak memberikan bekal bagi lulusannya untuk memiliki mental mandiri? Mandiri adalah salah satu bentuk karakter yang digambarkan sebagai sebuah kondisi mental dalam menghadapi realitas.
Aku teringat tulisanku saat menjelang lulus kuliah S1 dulu. Aku lupa judulnya. Intinya, tulisanku membahas tentang keberanian dalam menentukan nasib, memegang kendali atas diri sendiri. Ada sebuah hasil survey dari majalah SWA yang melaporkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, justru menjadi karyawan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat pendidikan, semakin berani untuk membuka lapangan pekerjaan. Dampaknya, yang lulusan SMA (di bawah ijasah sarjana) kebanyakan menjadi pemilik usaha, sedangkan karyawannya adalah para lulusan perguruan tinggi. Seingatku, tulisan tersebut dibredel hehe. Menentukan nasib sendiri juga sebuah karakter, yaitu kondisi mental dalam menghadapi realitas.
Fakta lain yang aku ingat, suatu ketika aku pernah mengajar mata kuliah filsafat. Saat mengajar tersebut, aku tanya, siapa diantara para peserta kuliah yang (beraliran) Psikoanalisa banget. Seisi kelas tidak ada yang menjawab pertanyaan ini. Ku pikir mereka beraliran lain. Karena itu aku tanya lagi, siapa yang (beraliran) behavioristik banget. Tetap tidak ada yang menjawab. Begitupun ketika aku tanya tentang aliran Humanistik, setali tiga uang. Bahkan ketika aku bebaskan mengatakan keyakinannya sendiri, mereka tetap tidak berbicara sepatah katapun.
Pembicaraanku dengan mahasiswa yang aku bonceng tersebut juga membawaku pada ingatan akan ucapan orang-orangtua yang menyuruh anak cucunya untuk sekolah setinggi mungkin, biar pintar. Bahkan seorang teman juga pernah mengatakan, bagaimanapun juga, kita juga dibentuk oleh sekolah. Aku sendiri juga tetap yakin bahwa pendidikan yang selama ini kita tempuh, juga membuat kepekaan logika kita makin meningkat. Mungkin kita tidak paham semua yang kita pelajari atau tidak mengingatnya sama sekali. Akan tetepai cara kita berpikir jadi semakin tajam. Jadi, jejak belajarnya masih ada, meskipun isi yang dipelajari sudah lupa. Inilah yang aku sebut sebagai cognition maturity atau kematangan kognisi.
Faktanya, kenapa banyak mahasiswa yang tidak mandiri, menggantungkan diri kepada orangtua, takut lulus karena bingung mikir pekerjaan setelahnya, terpaku pada ijasah dan melamar kesana-kemari sampai nyaris putus asa? Yang aku sebutkan ini semua adalah fakta, karena terjadi pada teman-teman di sekelilingku (mungkin juga termasuk aku). Apa sebenarnya yang terjadi dengan pendidikan kita? Iya, pembentukan krakter permasalahnya.
Pendidikan kita memang jago mencetak para pelajar dan mahapelajar yang pintar. Terbukti dengan banyaknya siswa yang menang olimpiade sampai tingkat internasional. Orang-orang Indonesia juga banyak yang berbicara di forum luar negeri, membahas tentang pemikiran dan makalah risetnya. Iya, ini semua yang aku sebut cognition maturity.
Apakah kematangan kognisi membentuk karakter? Tentu saja. Sebelumnya sudah aku katakan bahwa pendidikan yang selama ini kita tempuh pasti menambah kepekaan logika. Jejak belajar masih tertinggal meski kita sudah melupakan semua yang kita pelajari, apalagi ketika disuguhi problem-problem nyata. Tapi kenapa karakter masih belum terbangun juga? Karna kematangan emosi dan sosial serta sikap dan perilaku tak turut diperhatikan.
Dalam buku panduan pengajar yang juga dijadikan materi diklat, baik untuk guru maupun dosen baru, sebenarnya sudah dibahas tentang kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor. Bahkan ini juga berimplikasi pada adanya tiga model penilaian atas kompetensi tersebut. Hanya saja, pada prakteknya kita tetap berat pada kompetensi kognitif. Dampaknya, kita semakin terlena dengan mengasah ‘otak’, melupakan ‘hati’ dan ‘raga’.
Bukti keterlenaan kita pada kompetensi kognitif dapat dilihat pada penilaian. Coba tengok rapor anak sekolah dan transkrip nilai anak kuliah. Meskipun sekarang sudah ada yang namanya penilaian Satuan Kegiatan Mahasiswa yang didasarkan pada keaktifan mahasiswa dalam kegiatan nonakademik, tetap saja titik tekannya pada transkrip nilai. Melamar pekerjaanpun juga masih ditekankan pada penilaian kognitif tersebut. Apalagi sedari TK, SD, SMP sampai SMA sudah terbiasa begitu.
Ketidakmenyatuan komeptensi kognisi, afeksi, sosial dan psikomotor menyebabkan karakter kita tidak terbangun dengan baik. Bagaimana kita bisa menjiwai yang kita pelajari jika kita belajar tidak melibatkan hati dan menggerakkan tubuh untuk melakukan tindakan nyata. Hati yang terlibat akan membuat kita merasa memiliki terhadap yang kita pelajari. Tubuh yang bergerak membuat kita membuat realisasi atau mengapilasikan apa yang telak kita pelajari. Jika ketiganya menyatu, maka karakter akan terbentuk.
les privat jakarta, les privat bogor, les privat bekasi, Bimbel privat di depok, Les privat depok, Les Privat ke rumah DI wilayah depok, Guru Les Privat sd smp sma depok, guru privat ke rumah depok. , Guru Les Privat, Les privat, guru ke rumah,Les Privat, Guru datang ke rumah, Guru Privat SD, guru les SMP, guru les SMA ke rumah, guru ke rumah, les privat ke rumah, guru privat, guru les privat.,  GURU LES PRIVAT SMP depok,GURU PRIVAT SMAdepok,les  CIBUBUR, Les privat CISALAK,Les privat CIMANGGIS,Les privat UN,les UAN,Les SBMPTN SIMAK UI,Guru les privat depok. Bimbel privat ke rumah   Bimbel karantina sbmptn simak ui, bimbel supercamp sbmptn simak ui, bimbel intensif sbmptn, bimbel khusus masuk ui, bimbel persiapan masuk ui  bimbel supercamp sbmptn simak ui, bimbel masuk ui,  bimbel intensif sbmptn, bimbel intensif simak ui, bimbel khusus masuk ui, bimbel masuk ptn, bimbel persiapan masuk ui, BIMBEL SUPERCAMP SBMPTN SIMAK UI, BIMBEL MASUK UI 2017, bimbel intensif simak ui,  bimbel jaminan masuk ui, bimbel karantina sbmptn simak ui, bimbel kedokteran ui, BIMBEL KHUSUS KEDOKTERAN   Les privat SBMPTN SIMAK UI,GURU PRIVAT INTENSIF SBMPTN , bimbel guru privat intensif sbmptn di jakarta, bogor, tangerang,guru privat intensif sbmptn bekasi les privat tangerang, les privat sd, les privat smp, les privat sma.,  GURU LES PRIVAT INTENSIF SBMPTN WILAYAH BOGOR, LES PRIVAT intensif sbmptn, bimbel intensif sbmptn simak ui bogor, guru les intensif sbmptn dibogor LES PRIVAT SD SMP SMA WILAYAH BOGOR,  les privat guru ke rumah di Bogor.. Bimbel privat sd smp sma jakarta, guru les privat Bogor., guru privat Bogor., les privat Bogor., les di wilayah Bogor.  Bimbel privat depok, guru privat depok, guru les BOGOR, bimbel privat JAKARTA,les privat untuk sd smp sma datang ke rumah, Guru privat intensif UN UAN SBMPTN SIMAK UI di wilayah depok,  les PRIVAT BEKASI. Bimbel privat sd smp sma jakara, guru les privat jakarta, guru privat jakarta, les privat jakarta, les di wilayah jakarta,   Bimbel Intensif SMA Di Bogor, Bimbel Intensif UN, Bimbel Intensif  BOGOR, Bimbel Intensif UAN, Bimbel Intensif persiapan sbmptn, Bimbel Intensif SBMPTN BOGOR, Bimbel Intensif  SIMAK UI BOGOR, Guru privat SMA ke rumah di BOGOR,'Bimbel guru Les Privat ke rumah, Bimbel Guru Les Privat SD SMP SMA, Bimbel les privat, Bimbel private,guru Bimbel keRumah, Bimbel guru privat ke rumah,Bimbel guru les ke rumah, guru UN UAN ke rumah,guru datang ke rumah, guru privat datang ke rumah, guru les matematika, guru les fisika, Bimbel  privat kimia, Bimbel intensif sbmptn, Bimbel privat uan, Bimbel privat sbmptn, Bimbel privat simak ui, bimbel masuk ui  Bimbel guru ke rumah, Guru Les privat Sd, SMP, SMA, les privat Jakarta,Les privat Bogor,Les privat Depok,Les privat Bekasi, Guru Privat UN, Les Privat UAN, Les Privat Intensif SBMPTN, Intensif SImak Ui, Bimbel privat SD SMP SMA, Les Matematika, Les Fisika, Les akuntansi, Les  Kimia, Les biologi, les ke rumah, les privat, persiapan masuk ptn ui, ugm, unpad, ipb, stan, supercamp, karantina masuk ui, les privat simak ui


Contact Us

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *